Kriteria Lahan.

Pilihan Lahan Berkarakter dalam Lanskap Alami.

Setiap lahan dalam portofolio Tana dipilih melalui proses kurasi yang mempertimbangkan karakter alam, konteks lingkungan, serta keselarasan pemanfaatan jangka panjang. Kami tidak melihat tanah sekadar dari ukuran atau lokasi, tetapi dari hubungan lahannya dengan lanskap di sekitarnya  seperti air, kontur, vegetasi, dan kehidupan yang sudah ada. 

Lahan yang kami kurasi meliputi area dekat lanskap perairan alami dengan jarak aman dan perhatian pada keseimbangan ekosistem, perbukitan yang terbuka ke hamparan sawah, lanskap pesisir dengan cakrawala laut yang luas namun tetap menghormati batas alam, serta lahan dengan karakter alami yang masih terjaga dan sesuai untuk pemanfaatan rendah dampak dalam jangka panjang.

Lahan Dekat Lanskap Aliran Air Alami

Sebidang lahan dengan kontur alami yang berada di lingkungan tropis yang hijau, dipengaruhi oleh keberadaan lanskap aliran air alami di sekitarnya. Suasananya tenang, vegetasi tumbuh subur, dan keseimbangan ekologisnya masih terjaga.

Berada dalam lanskap hijau yang dipengaruhi aliran air alami

Dikelilingi vegetasi tropis beragam dengan ekosistem yang sehat

Cocok untuk hunian atau konsep retreat berdampak rendah yang menghormati karakter alami lahan

Catatan:
Lahan ini dipresentasikan dengan penekanan pada sensitivitas lingkungan dan pemanfaatan yang bertanggung jawab.

Lahan Perbukitan Dekat Sawah

Lahan berkontur alami di perbukitan dengan pemandangan hamparan sawah berundak dan lembah terbuka, menghadirkan suasana tenang yang dibentuk oleh alam dan ritme musiman. Pilihan lokasi dengan akses yang tetap terjangkau ke area sekitar.

Konteks Zonasi
Area ini mencakup zona pertanian dan ruang hijau yang dilindungi. Setiap rencana pemanfaatan lahan perlu mengikuti ketentuan tata ruang setempat serta menghormati keberlanjutan lanskap persawahan di sekitarnya.

Lingkungan pedesaan yang tenang dengan karakter lokal yang masih terasa kuat

Berada dalam lanskap pertanian tradisional dengan pandangan sawah terasering yang luas

Cocok untuk hunian berintensitas rendah atau konsep retreat yang selaras dengan lingkungan sekitar

Catatan:
Lahan ini dipresentasikan dengan penghormatan terhadap lanskap pertanian, mata pencaharian lokal, dan konteks regulasi wilayah.

Lahan Bukit Dekat Pesisir Laut

Lahan pesisir yang berada di ketinggian dengan pandangan laut lepas, mempertemukan daratan, angin laut, dan cakrawala dalam suasana alam yang tenang dan terbuka. (Sumbawa Area)

Pemandangan laut luas dengan perubahan cahaya alami dari pagi hingga senja

Kontur lahan alami yang mendukung pemanfaatan berdampak rendah dan terencana dengan bijak

Lingkungan yang sesuai untuk konsep yang dipertimbangkan secara hati-hati dan selaras dengan karakter pesisir

Suasana tenang yang dibentuk oleh ruang terbuka, angin laut, dan alam sekitar

Catatan:
Lahan ini dipresentasikan dengan mempertimbangkan keseimbangan lanskap pesisir dan karakter alaminya.

Lahan Pedesaan Yang Subur

Lahan pedesaan yang subur, dibentuk oleh ritme kehidupan agraris dan lingkungan hijau yang terbuka, menghadirkan suasana hidup yang lebih tenang dan membumi. Akses mudah ke desa sekitar tanpa kehilangan suasana alami. 

Lingkungan pedesaan yang hijau dan menenangkan

Tanah produktif yang sesuai untuk budidaya, kebun, atau pertanian skala kecil

Cocok untuk konsep hunian berintensitas rendah yang tetap terhubung dengan alam

Catatan:
Lahan ini dipresentasikan dengan penghormatan terhadap lanskap pertanian, mata pencaharian lokal, dan konteks regulasi wilayah.

“Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak.” – Pepatah Sunda

“Hutan rusak, air habis, manusia sengsara

When the forest is destroyed and water disappears, humans will suffer.

Setiap lahan memiliki karakter. Mari temukan yang paling sesuai.

TANA THE LAND SPECIALIST

Scroll to Top